Tampilkan postingan dengan label Imunisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Imunisasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 September 2010

Vaksinasi / imunisasi Influenza perlukah?



Alhamdulillah akhirnya terlunasi juga janji saya untuk membuat tulisan ini walaupun isinya belum komplit, setidaknya secara garis besar saya akan jelaskan. Sebelum memberikan alasan kenapa saya tidak menganjurkan untuk pemberian vaksin ini terhadap bayi anda yang sehat, yuk lebih dulu kita harus tahu apa vaksin influenza tersebut..

Ada dua jenis vaksin influenza yang di izinkan di Negara kita:
  1.  "Flu shot vaccine" suatu vaksin yang mengandung virus yang telah dimatikan. Diberikan melaui suntikan, biasanya dilakukan di daerah lengan atas. Diijinkan hanya untuk usia lebih dari 6 bulan, termasuk orang yang sehat dan orang yang menderita penyakit kronis.Merek dagang yang ada di Indonesia antara lain (Vaxigrip TM)
  2.  The nasal-spray flu vaccine (vaksin flu yang digunakan melalui semprotan hidung)— adalah suatu vaksin yang dibuat dari virus flu yang dilemahkan yang tidak menyebabkan flu (kadang disebut juga sebagai LAIV atau “live attenuated influenza vaccine” ) diijinkan untuk digunakan pada orang yang sehat berusia 2-49 tahun yang tidak dalam keadaan hamil. (yang ini jarang di gunakan di Indonesia)
Vaxigrip adalah vaksin trivalent split. Vaksin ini berasal dari virus Influenza, dimana yang diambil antigen permukan, antigen internal dan protein virus-nya saja, sehingga vaksin ini mempunyai imunogenisitas tinggi dengan reaksi samping yang minimal. Masing-masing vaksin berisi 3 jenis strain virus Influenza (biasanya terdiri dari 2 tipe A dan 1 tipe B) yang diseleksi setiap tahunnya sesuai dengan rekomendasi dari WHO. Rekomendasi dari WHO ini berdasarkan hasil dari laboratorium pemantau di 180 negara yang melaporkan jenis virus influenza yang beredar, dan kemudian WHO memutuskan 3 strain virus influenza yang paling dominan, untuk kemudian diproduksi oleh produsen vaksin di seluruh dunia. Vaksinasi ini harus diulang setiap tahun, lantaran vaksinnya hanya efektif selama 1 tahun.

Siapa saja yang boleh di vaksinasi:
  • Anak-anak berumur 6 bulan sampai ulang tahun ke 19 
  • Wanita hamil
  • Orang yang berusia 50 tahun atau lebih
  • orang dengan umur berapapun dengan kondisi medis kronis
  • Orang yang hidup di panti jompo atau fasilitas perawatan jangka lama lain.
  • Orang yang hidup dengan atau merawat orang yang beresiko tinggi mengalami komplikasi flu, termasuk didalamnya pekerja kesehatan
Ada beberapa orang yang sebaiknya tidak diberikan vaksin influenza : 
  • Orang yang alergi terhadap fowl protein (dari telur, daging unggas atau ayam)
  • Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza.
  • Orang yang menderita penyakit Guillain-BarrĂ© syndrome (GBS) dalam 6 minggu sebelum mendapatkan vaksinasi influenza.
  • Anak-anak yang berusia kurang dari 6 bulan (vaksin influenza tidak diijinkan untuk kelompok umur ini), dan
  • Orang yang menderita penyakit sedang sampai berat dengan gejala penyerta berupa demam (mereka harus menunggu sampai pulih baru boleh divaksinasi)

Mengapa saya tidak menganjurkan untuk memberikan vaksinasi ini:
  1. Bagi anak dibawah 2 tahun, flu sebanyak 10 kali pertahun adalah hal yang wajar. Karena tubuhnya sendiri sedang membentuk imun. Biarkan hal ini terjadi secara alami sehingga anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat dengan sendirinya di kemudian hari.  
  2. Virus yang menyerang tidak selalu sama bagi tiap individu. Varian virus influenza ini banyak sekali.  Sedangkan dalam 1 vaksin hanya terdiri dari 1-3 strain virus yang sedang tenar saat itu pada masing-masing klasifikasinya.  
  3. Influenza adalah jenis penyakit ringan, selain tubuh manusia sendiri yang sudah memiliki imun alami,  dengan pemberian asupan dan penanganan yang tepat (tanpa obat pun) influenza dapat sembuh dengan sendirinya .
  4. Vaksin flu ini hanya tahan untuk 1 tahun, jika di kemudian hari ayah/bunda lupa untuk vaksinasi kembali, anak justru akan terkena flu berat karena imun tubuhnya selama ini tidak terbentuk dengan sendirinya melainkan sebuah hadiah dari dokter yang terus di booster setiap tahun. Hal ini justru mengurangi kemampuan tubuh bertahan dari sakit flu bukan?
  5. Vaksin ini tidak boleh di berikan pada orang yang alergi terhadap fowl protein.  Sayangnya, Sampai dengan usia 3 tahun, akan sangat sulit mendeteksi alergi anak karena kemampuan komunikasinya belum jelas, biasanya orang tua hanya menerka-nerka alergi si anak,  atau melakukan observasi sendiri. Untuk meyakinkan diri terhadap alergi harus dilakukan tes alergi. Selain itu, dari segi pencernaan atau atau pendeteksian penyakit di bawah usia 3 tahun masih belum dapat di diagnosa dengan jelas, misal: sulit deteksi antara flu karena virus atau flu karena alergi. atau deteksi antara penyakit asma dan TB paru, atau antara panas infeksi atau tumbuh gigi, oleh karena itu ada juga DSA yang baru menganjurkan imunisasi ini ketika anak berusia 3 tahun atau 1 tahun).  Jadi dari pada timbul efek samping yang lebih merugikan karena reaksi alergi dan vaksinnya, mending hatcim-hatcim dikit aja daahhh…
Ada  DSA yang akan menganjurkan  Imunisasi ini diberikan pada anak2 tertentu yg memang beresiko tinggi bila terkena influenza. Contoh, penderita asma dan penyakit paru2 kronis lainnya. Juga penderita leukemia, talasemia dan penyakit jantung bawaan. Pasalnya jika sampai terkena influenza, daya tahan tubuh mereka akan sangat menurun sehingga penyakit utamanya bertambah parah. Mereka yang daya tahan tubuhnya rendah karena, misalnya mendapat terapi obat golongan kortikosteriod jangka panjang, juga akan terbantu oleh vaksin ini, disamping anak2 penderita kanker, orang dewasa di atas usia 65 tahun pun bisa diberikan vaksin influenza, mengingat daya tahan tubuh mereka yg berada di usia ini mulai menurun.
Anak saya mengidap Asma (karena saya juga penderita asma). Untuk itu dulu sangat dianjurkan oleh DSA untuk melakukan imunisasi ini, namun setelah bertanya kanan dan kiri, kemudian mencari second opinion dari dokter lain (mungkin cap bawel ada di kening saya boo!!). Saya memilih untuk menjaga daya tahan tubuh anak saya secara alami terhadap virus influenza ini dengan asupan bergizi dan berhati-hati terhadap sumber alergi yang membuat asma-nya kambuh. Karena asma adalah penyakit menahun yang harus dihadapi-nya sampai tua nanti, jadi saya memilih untuk tidak memanjakan tubuhnya dengan memberi hadiah vaksinasi setiap tahun. 
*Mohon maaf kalau bahasanya agak belepotan, soalnya terburu-buru belum sempat saya baca lagi...

Minggu, 08 Agustus 2010

Bahaya Imunisasi / vaksinasi Benarkah?

gambar dari: matanews.com
wuiiih....pusing rasanya membaca banyak ulasan tentang imunisasi, bahkan sampai pada banyak nya para bunda yang akhirnya tidak mengimunisasikan buah hati mereka dan saya bertambah mabok ketika kemudian masalah imunisasi ini dikait-kaitkan dengan masalah agama....

saya adalah seorang muslim...saya pernah di pondok pesantren, saya kuliah di perguruan tinggi Muhammadiyah, saya menikah juga dengan seorang muslim..tapi mungkin apa yang akan saya tulis, berbeda dengan yang di tulis muslim lainya. Ini adalah sebuah pendapat saya, yang telah berbulan-bulan saya kaji, bertanya sana-sini kepada para ahli, dokter, seorang peniliti di Depkes yang muslim juga (walaupun sudah pensiun beliau sekarang masih aktif di Depkes).

Tuhan menciptakan setiap makhluk hidup dengan kemampuan untuk mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar dirinya. termasuk didalamnya penyakit infeksi yang dibawa oleh berbagai macam mikroba seperti virus, bakteri, parasit, jamur. Tubuh manusia mempunyai cara dan alat untuk mengatasi penyakit namun hanya sampai batas tertentu. Beberapa jenis penyakit seperti pilek, batuk, dan cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, Jika kondisi sistem pertahanan tubuh (sistem imun) orang tersebut cukup baik untuk mengatasi dan mengalahkan kuman-kuman penyakit itu. Tetapi bila kuman penyakit itu ganas, sistem pertahanan tubuh (terutama pada anak-anak atau pada orang dewasa dengan daya tahan tubuh yang lemah) tidak mampu mencegah kuman itu berkembang biak, sehingga dapat mengakibatkan penyakit berat yang membawa kepada cacat atau kematian.

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seeorang, terhadap suatu penyakit, dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh baik lewat suntikan maupun lewat mulut. Tujuan dari imunisasi ini adalah mencegah penyakit pada seseorang dan menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok orang atau bahkan menghilangkan penyakit tersebut.
 di Indonesia ada 5 program imunisasi wajib yaitu : BCG, DPT, Polio, Campak, dan Hepatitis B sedangkan imunisasi lain sifatnya adalah hanya dianjurkan.
Dari data data yang ada, ternyata program imunisasi yang di telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui Program Pengembangan Imunisasi (PPI) telah terbukti berhasil menurunkan angka kematian bayi (AKB). Tahun 1971 AKB sebesar 142 per 1000 kelahiran hidup, tahun 1980 turun menjadi 112 per 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 1990 menjadi 54 per 1000 kelahiran hidup, dan tahun 2000 an ini menjadi 40 per 1000 kelahiran hidup.

 Mengapa 5 imunisasi ini yang di wajibkan ?
karena 5 penyakit ini lah yang menghantui penduduk indonesia. Berbeda negara, sudah pasti berbeda kebijakan. karena berbeda tempat, dan berbeda kultur, sudah pasti berbeda ancaman virus.

Ada beberapa pendapat tentang imunisasi yang saya sangat tidak sepakat :

- haram.
ehem...rasanya tak kan habis waktu bila membahas haram atau halal..saya merasa ilmu yang saya kaji selama ini belumlah cukup  untuk menentukan sesuatu halal atau haram bagi orang lain. biarlah kajian itu untuk saya sendiri. yang jelas, ketika para ulama di satuan MUI sudah menyatakan bahwa vaksinasi ini halal,  sudah tentu beliau-beliau telah meneliti dan mengkaji lebih dalam dengan memperhatikan sisi baik dan buruk dan mempertimbangkan data-data penelitian yang real.

- anak yang di vaksinasi lebih rentan terkena penyakit
kawan saya banyak yang berkata seperti ini ketika saya berkampanye ASI eksklusif  "anak pertama saya ketika lahir langsung saya beri makan bubur bayi merk P, dan saya beri pisang. Anak kedua saya, saya berikan ASI ekslusif saja. ternyata anak pertama saya lebih sehat, tidak sakit-sakitan tidak seperti anak kedua yang cenderung gampang sakit"
apakah kita lalu mengatakan ternyata ASI tidak bagus?? atau kita ikut memberikan macam-macam makanan untuk buah hati kita ketika baru lahir??

begitu juga dengan vaksinasi. terkadang kesalahan orang tua yang kurang memperhatikan hal-hal sepele ketika akan mengimunisasi. atau telat memberikan obat ketika anak demam pasca imunisasi
vaksinasi adalah suatu kegiatan mencegah dengan harapan menghilangkan sama sekali wabah penyakit tersebut. Sama seperti obat-obatan lain yang mengandung efek samping atau kontraindikasi. untuk itu, ayah atau bunda perlu lebih cermat dalam arti, bertanya lebih dulu dengan dokter anda masalah sebab akibat. Seperti::

  • pernah mengalami kejadian akut pasca imunisasi yang berat pada imunisasi sebelumnya,
  • alergi terhadap bahan yang juga terdapat di dalam vaksin,
  • sedang mendapat pengobatan steroid, radioterapi atau kemoterapi,
  • menderita sakit yang menurunkan imunitas (leukimia, kanker, HIV/AIDS),
  • tinggal serumah dengan orang lain yang imunitasnya menurun (leukimia, kanker, HIV / AIDS),
  • tinggal serumah dengan oang lain dalam pengobatan yang menurunkan imunitas (radioterapi, kemoterapi, atau terapi steroid)
  • pada bulan lalu mendapat imunisasi yang berisi vaksin virus hidup (vaksin campak, poliomielitis, rubela)
  • pada 3 bulan yang lalu mendapat imunoglobulin atau transfusi darah
  • sedang sakit walaupun hanya batuk pilek ketika akan imunisasi.


- vaksin tertentu meningkatkan risiko gangguan tingkah laku karena dibuat dari hewan tertentu
hehehehe..(maaf saya nyengir dulu). Kita adalah produk-produk imunisasi, Orang tua kita dulu hidup di jaman dimana vaksinasi sedang giat di publikasikan oleh pemerintah. pertanyaan, apakah tingkah laku kita menyerupai beberapa hewan??? fir'aun, jamrud, abu jahal, abu lahab, kaumnya nabi luth yang homo seks adalah orang-orang yang tidak di vaksinasi. tapi kelakuannya menyerupai binatang.
Baik dan buruk tingkah laku, orang tua lah yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Jangan menyalahakan unsur lain bila kemudian anak tumbuh tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

- Vaksinasi adalah hasil konspirasi zionis dan non muslim.
Aduuh...yuk mari kita berkhusnudzon....WHO di dirikan oleh PBB yang memang anggotanya banyak non muslim, tapi bukan berarti mereka memihak pada suatu agama.atau mereka jahat. misi mereka adalah kemanusian, membantu. Mengapa di negara maju mulai di tiadakan imunisasi :

  1. Tingkat polusi udara sebagai sumber berterbangan virus dan bakteri mulai bisa mereka kendalikan. Tapi negara berkembang, indonesia misalnya dimana masih sedikit orang-orang yang memperhatikan masalah polusi udara dan data kesehatan dunia membuktikan bahwa indonesia menduduki peringkat 3 penderita penyakit TBC. 
  2. Masing-masing negara memiliki wabah sendiri-sendiri. Jadi, wajib vaksinasi nya sesuai kebutuhan


Menutup artikel saya kali ini, saya hanya bisa berkata, hidup ini banyak pilihan, pilihlah yang terbaik untuk anda dan keluarga. dan Maaf bagi yang tidak berkenan atau berbeda pendapat...
Seorang teman, anaknya terkena penyakit polio. Ketika bercerita dan saya tanya awal mula bagaimana (saya bertanya untuk berjaga-jaga) , dia malah berkata: "jadi nyesel dek dulu aku gak kasih imunisasi apa-apa, katanya karena haram..."
Nasi sudah jadi bubur...