Tampilkan postingan dengan label Problema Makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Problema Makan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

Menaikkan BB (Berat badan) bayi

Cara Booster / menaikkan Berat badan bayi secara alami

Galau yah kalau anak kita di bilang : "iih kurus banget, anak nya si A aja gendut". Atau yang lebih bikin bete kalau orang tua sudah mulai angkat bicara, kasih sufor A dong, tuh si anaknya B aja di kasih sufor A berat badan nya naek terus, gak kayak bayi kurang gizi. 
Sebenernya siih gak perlu khawatir banget kalo anak kita gak se gemuk anak sebelah hehehe... Gemuk bukan ukuran sehat lho, yang penting tidak di bawah garis hijau KMS aja. selama masih ada di atas nya, its normal mom..! Bersyukurlah, dan gak usah repot-repot bandingin anak sendiri sama anak orang. tutup telinga yang penting anak sehat, lincah, BB normal dan orang tua banyak uang. (lho...)

ada beberapa tips yang sering di pakai dalam pemberian MP ASI untuk booster berat badan bayi secara alami, antara lain,

  • Pakai evoo alias minyak zaitun. Yeps, minyak zaitun yang suka di pake juga buat muka emak nya hihihi, aku pernah bahas si minyak zaitun buat wajah di sini . Coba deh si minyak ajaib ini di masukkan ke MP ASI nya. Jangan 1 botol langsung di pake yah, cukup 1 - 2 sendok teh aja, 
  • Buah alpukat. Si hijau ini bisa booster Berat badan bayi lho. cukup di buat puree atau di jus, bila bayi gak suka bisa di tambah biskuit juga atau campuran lain sesuai kreatifitas bunda nya
Buah untuk booster BB bayi, Alpukat. 

Sebener nya sih ya, kalau anak kita berat badannya sulit naik, musti di cari tau dulu penyebab nya apa baru bisa di temukan solusi tepat, gak melulu di jejelin vitamin atau suplemen ini itu. Jangan kata orang kasih vitamin XZ, langsung di beliin vitamin xz. Kasian doong adek bayi terlalu banyak di kasih suplemen, terutama kalo suplemen nya bukan atas rujukan dokter, Kenapa kasian? suplemen itu memperberat kerja ginjal. Masa depan anak kita masih panjang lhoo, jangan sampe karena ambisi gemuk dan ketidaktahuan orang tua, malah anak jadi korban.. 

Beberapa penyebab sulitnya berat badan bayi naik yang sering terlupa adalah:

1. Penyebab sulit gemuk nya bukan genetik. kalo emak bapak nya langsing, masak mau minta anak nya gemuk? itukan bawaan orok. 
2. penyebab nya bukan defisiensi zat besi. Banyak bayi yang sulit naik berat badannya ternyata kekurangan zat besi. cara mengatasi nya ya gampang, berikan menu makanan yang kaya zat besi, kayak daging, sayur bayam, dll deh banyak. jangan lupa juga vitamin c seperti jeruk agar zat besi terserap tubuh dengan baik.

Udah dulu yah, 
*buat sahabatku yang lagi galau karena anaknya di bilang orang kurus. 

Sabtu, 13 Februari 2010

Penyebab Anak Susah Makan

Sedih rasanya melihat anak susah makan. Biasanya ini terjadi ketika anak mulai berusia 8 bulan.  Padahal mulai usia ini susu sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan  pertumbuhan walaupun susu tersebut di embel-embeli dengan kalimat “dengan nutrisi lengkap”.  Dan heran-nya lagi 3 dari 4 anak adalah anak-anak yang susah makan.  Mengapa…

Yuk teliti lebih lanjut penyebab mengapa si buah hati mogok makan

1.       Susu. Biasanya ini terjadi pada anak-anak yang menggunakan susu formula (salah satu bukti bahwa  ASI lebih bagus). Anak-anak yang di awal mengkonsumsi susu formula cenderung malas mengunyah makanan, karena dengan susu pun si anak merasa kenyang. Coba kurangi porsi susu buat si kecil, jangan jadikan susu sebagai dewa penyelamat.  Apa pun merk susu nya (karena ada susu yang mengaku-ngaku sebagai makanan cair), tetap tidak bisa menggantikan kedudukan makanan padat.  Teguhlah pada prinsip 4 sehat 5 sempurna

2.       Anak masih belum trampil mengunyah makanan. Keterampilan anak dalam menguyah makan tergantung pada kebiasaan (membiasakan anak makan makanan padat bukan susu) dan jumlah gigi. Berikan tekstur makanan yang sesuai dengan jumlah gigi nya. Jika umur 8 bulan jumlah gigi-nya baru 1 buah, tetap berikan bubur saring. Atau jika 1 tahun jumlah giginya baru 2 buah, jangan berikan nasi. Jangan paksakan tekstur yang kasar pada anak anda, karena hanya akan membuat si anak malas mengunyah atau  melukai gusinya, dan jangan terpengaruh omongan orang lain yang mengatakan “dulu anak saya umur satu tahun sudah makan nasi..!”.

3.       Kondisi anak tidak fit. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan. Mulai usia 8 bulan, anak akan mulai sering terserang penyakit terutama batuk pilek.  Atau mungkin gigi nya sedang numbuh atau sariawan. Jika kondisi seperti ini, beri makanan ringan yang padat kalori seperti roti, biscuit, macaroni sekutel, buah-buahan dan  makanan lainnya yang tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

4.       Jajan. Kebiasaan buruk yang terkadang tidak sadar di tanamkan oleh orang tua atau pengasuhnya terutama jika jajanan nya sudah berbentuk makanan ber MSG karena makanan ber MSG dapat membuat perut anak merasa penuh (begah katanya orang jawa). Jangan biasakan membelikan sesuatu untuk anak di warung atau di supermarket yang kemudian langsung dimakan di tempat. Contohnya, ketika anda membelikan roti, bungkus roti tersebut dan berikan di rumah. Selama anak belum mengerti jajan, biasakan dia dengan makanan olahan rumah. Percayalah bunda, di usia SD tanpa di biasakan jajan pun, anak kita akan belajar cepat dari teman-temannya.

5.       Tidak cocok lauk. Bayi dan anak kecil pun memiliki  selera. Cobalah variasi makanan dan rasa. Jika ayah bundanya suka dengan rasa yang cenderung manis, si anak bisa jadi justru lebih suka yang asin atau mungkin dia menginginkan jenis lauk yang berbeda. Buatlah menu makanan seperti makanan kita (dengan tanpa pedas tentunya)

Bagaimana cara menghadapi anak susah makan?? Tunggu posting selanjutnya ya bunda…

Rabu, 08 April 2009

Nutrisi Penting Selama Hamil


Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat - terutama perkembangan otak dan susunan syaraf — dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.

Nutrisi yang diperlukan adalah:

  1. Karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.
  2. Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur dan kacang-kacangan.
  3. Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur - sayuran.
  4. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji - bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.
  5. Vitamin D berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.
  6. Vitamin E berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
  7. Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.
  8. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), daging dan hati.
  9. Kalsium, diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau dan kacang-kacangan. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C. (conectique.com)

PANTANGAN MAKANAN IBU HAMIL

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan karena mereka dapat menyebabkan infeksi-infeksi seperti: salmonella, toksoplasmosis, listeria, E.coli, yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan anda.

• Jangan makan daging mentah (sushi) atau yang dimasak kurang matang, karena mengandung Toksoplasmosis. Sebuah parasit yang dapat menyebabkan infeksi serius pada janin anda dan juga E.coli yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

• Toksoplasmosis terdapat pada sayuran yang tidak dicuci dengan baik, oleh karena itu bersihkan sayuran anda dengan baik, apalagi untuk salad atau lalapan yang dimakan mentah. Hindari juga kotoran kucing atau bermain-main dengan kucing selama kehamilan karena mengandung toksoplasmosis.

• Jangan makan daging ayam dan telur yang dimasak kurang matang atau mentah, hindari makan hati ayam/daging yang mungkin sumber dari salmonella, yang dapat menyebabkan diare yang berat pada ibu hamil. Juga diperhatikan piring, alat-alat masakan yang terkena daging ayam mentah ini untuk dicuci.

• Ikan tuna steak, ikan sea bass, shark, atau ikan-ikan berukuran besar yang diketahui mengandung tingkat mercuri yang tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jika dimakan dalam jumlah besar. FDA rekomendasi ikan tuna dan ikan ukuran besar ini sebatas 12 ons perminggu

• Keju lunak seperti brie dan camembert, blueveined cheese juga keju dari susu kambing dan domba, serta jangan minum susu yang tidak di-pasteurisasi. Semua produk ini mempunyai resiko membawa listeria. Listeria tipe bakteri yang mampu menembus plasenta dan menyebabkan infeksi janin, pada dewasa tidak ada gejala atau seperti flu. Listeria dapat menyebabkan keguguran, kelahiran premature, dan keracunan dalam darah. Sebaiknya hindari makanan jenis ini sampai melahirkan bayi anda.

• Jangan minum yang mengandung alkohol dapat menyebabkan kelainan perkembangan pada janin ada juga problem emosional pada bayi.

• Minuman yang mengandung cafein seperti kopi, teh sebaiknya dihindari atau dibatasi karena kopi dapat mempengaruhi berat badan rendah pada bayi, keguguran dan juga cafein mengurangi penyerapan zat besi.

Ingatlah perkembangan bayi dalam kandungan anda tergantung dari apa yang anda makan selama kehamilan.

Sumber: www.infoibu.com

Pentingnya Gizi Bagi Ibu hamil

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung.

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.

Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan, namun yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti Zat Besi dan Kalsium.
Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution, 1988).

Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.

1. Terhadap Ibu

Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi.

2. Terhadap Perslinan

Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.

3. Terhadap Janin

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan , abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

Pada trimester I biasanya ibu hamil akan mengalami penyesuaian terhadap perubahan fungsional dalam tubuhnya akibat proses kehamilan. Di antaranya keluhan mual-muntah dan rasa tidak nyaman lainnya. Dengan demikian, asupan makanan selama trimester ini belum dapat menaikkan BB ibu hamil. Normalnya, pada trimester I berat badan diharapkan naik kurang dari 2 kilogram. Sedangkan pada trimester II dan III sebaiknya kenaikan BB kurang dari 1/2 kg setiap minggunya.

Ibu hamil yang tergolong kurus sebelum hamil, diharapkan bisa mencapai kenaikan BB sebanyak 12,5­18 kg pada akhir kehamilan. Sedangkan untuk mereka yang tidak kurus dan tidak gemuk alias memiliki berat badan ideal diharapkan mencapai kenaikan BB sebesar 11,5­16 kg di akhir kehamilannya. Sedangkan mereka yang kelebihan BB saat sebelum hamil diharapkan kenaikan BB-nya hanya 7­11,5 kg pada akhir kehamilannya. Sementara wanita hamil yang kegemukan sebelum hamil, kenaikan BB dianjurkan sebatas 6 kg atau lebih sedikit pada akhir kehamilannya. Agar kenaikan berat badan terjaga, tentu saja ibu perlu secara berkala dan rutin menimbang badan bersamaan dengan pemeriksaan kehamilan.

MENU SEHARI IBU HAMIL

Menu makanan untuk ibu hamil pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan berarti dalam pengaturan menu makanan selama hamil. Nah, berikut bahan makanan yang dianjurkan dalam sehari:


Kelompok bahan makanan: Porsi:
roti, serealia, nasi dan mi 6 piring/porsi
sayuran 3 mangkuk
buah 4 potong
susu, yogurt, dan atau keju 2 gelas
daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan 3 potong
lemak, minyak 5 sendok teh
gula 2 sendok makan