Sabtu, 13 Februari 2010

Penyebab Anak Susah Makan

Sedih rasanya melihat anak susah makan. Biasanya ini terjadi ketika anak mulai berusia 8 bulan.  Padahal mulai usia ini susu sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan  pertumbuhan walaupun susu tersebut di embel-embeli dengan kalimat “dengan nutrisi lengkap”.  Dan heran-nya lagi 3 dari 4 anak adalah anak-anak yang susah makan.  Mengapa…

Yuk teliti lebih lanjut penyebab mengapa si buah hati mogok makan

1.       Susu. Biasanya ini terjadi pada anak-anak yang menggunakan susu formula (salah satu bukti bahwa  ASI lebih bagus). Anak-anak yang di awal mengkonsumsi susu formula cenderung malas mengunyah makanan, karena dengan susu pun si anak merasa kenyang. Coba kurangi porsi susu buat si kecil, jangan jadikan susu sebagai dewa penyelamat.  Apa pun merk susu nya (karena ada susu yang mengaku-ngaku sebagai makanan cair), tetap tidak bisa menggantikan kedudukan makanan padat.  Teguhlah pada prinsip 4 sehat 5 sempurna

2.       Anak masih belum trampil mengunyah makanan. Keterampilan anak dalam menguyah makan tergantung pada kebiasaan (membiasakan anak makan makanan padat bukan susu) dan jumlah gigi. Berikan tekstur makanan yang sesuai dengan jumlah gigi nya. Jika umur 8 bulan jumlah gigi-nya baru 1 buah, tetap berikan bubur saring. Atau jika 1 tahun jumlah giginya baru 2 buah, jangan berikan nasi. Jangan paksakan tekstur yang kasar pada anak anda, karena hanya akan membuat si anak malas mengunyah atau  melukai gusinya, dan jangan terpengaruh omongan orang lain yang mengatakan “dulu anak saya umur satu tahun sudah makan nasi..!”.

3.       Kondisi anak tidak fit. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan. Mulai usia 8 bulan, anak akan mulai sering terserang penyakit terutama batuk pilek.  Atau mungkin gigi nya sedang numbuh atau sariawan. Jika kondisi seperti ini, beri makanan ringan yang padat kalori seperti roti, biscuit, macaroni sekutel, buah-buahan dan  makanan lainnya yang tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

4.       Jajan. Kebiasaan buruk yang terkadang tidak sadar di tanamkan oleh orang tua atau pengasuhnya terutama jika jajanan nya sudah berbentuk makanan ber MSG karena makanan ber MSG dapat membuat perut anak merasa penuh (begah katanya orang jawa). Jangan biasakan membelikan sesuatu untuk anak di warung atau di supermarket yang kemudian langsung dimakan di tempat. Contohnya, ketika anda membelikan roti, bungkus roti tersebut dan berikan di rumah. Selama anak belum mengerti jajan, biasakan dia dengan makanan olahan rumah. Percayalah bunda, di usia SD tanpa di biasakan jajan pun, anak kita akan belajar cepat dari teman-temannya.

5.       Tidak cocok lauk. Bayi dan anak kecil pun memiliki  selera. Cobalah variasi makanan dan rasa. Jika ayah bundanya suka dengan rasa yang cenderung manis, si anak bisa jadi justru lebih suka yang asin atau mungkin dia menginginkan jenis lauk yang berbeda. Buatlah menu makanan seperti makanan kita (dengan tanpa pedas tentunya)

Bagaimana cara menghadapi anak susah makan?? Tunggu posting selanjutnya ya bunda…

1 komentar: