Orang tua mana yang tidak bangga ketika si kecil sudah bisa membaca di usia 2.5 tahun..Kemana pun si orang tua pergi pasti akan bercerita pada siapa pun termasuk orang tua yang tidak di kenal "anakku umur 2.5 tahun sudah bisa membaca".
Saya sendiri akan tersenyum kuda jika seorang kerabat atau kawan berkata "wah baru 2 tahun si kecil sudah bisa membaca ya..hebat..!!" pujian itu pasti secara tidak langsung ditujukan pada orang tua-nya.
Tapi untuk apa ayah..??? akan kita pajang dimana pujian tersebut bunda..??? Mengapa kita sebagai orang tua sangat menginginkan si anak menjadi no 1 disekolah-nya, atau mengapa kita langsung marah ketika si kecil hanya memperoleh nilai 6 di pelajaran matematika?
hanya sekedar mengingatkan cerita lama dari web seorang teman "semi palar"
Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11 tahun. Kecerdasannya dibidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian? James Thurber seorang wartawan terkemuka pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.
Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya, sejak si anak masih berupa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan mcnggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca Ensiklopedi Britannica. Usia 9 tahun ia membaca enam buah buku dan koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 tahun ia menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.
Setuju dengan istilah early ripe, early rot! dalam mendidik anak? tidak juga...emangnya tanaman!!!
Biarkan anak-anak kita berkembang tanpa ada pemaksaan. Jangan hanya mengajari anak. gunakan psikologi pendidikan juga. artinya, perhatikan kebutuhan anak dalam dunia pendidikan. Jangan memaksa anda untuk belajar. Usia 0-4 tahun adalah waktu anak untuk belajar mengenal lingkungan, memahami dunia ini dan beretika.Bimbing mereka agar siap menghadapi hari-hari sekolahnya kelak. Perbanyak menanamkan rasa percaya diri. Boleh-boleh saja mengajarkan calistung, hanya saja jangan paksa anak dengan target anda. Jangan membuat anak meneruskan cita-cita anda yang belum tercapai.
Penting utk love rading.. bukan early reading.. ada jgn sampe cara melatih reading di early childhood bikin anak beranggapan reading is boring.. Must be fun .. jadi rekamannya reading is fun..
BalasHapusAkan lebih efektif anak diajak baca buku cerita.. shg mereka suka baca baru kemudian minta diajari baca itu lebih alami..
makasih komen-nya mbak..aku setuju..menanamkan cinta membaca bukan memaksa anak untuk bisa membaca..
BalasHapus